Politik

Tradisi

Pariwisata

Pendidikan

Kesehatan

Olahraga

Hukum

Bisnis

Berita Terbaru

Kamis, 05 Maret 2015

Lukas Enembe Ajak 11 Bupati Dukung Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak

Lukas Enembe Ajak 11 Bupati Dukung Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak


Lukas Enembe Ajak 11 Bupati Dukung Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak

Posted: 05 Mar 2015 07:42 AM PST

KOTA JAYAPURA - Untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Papua yang bakal diikuti 11 kabupaten, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, meminta 11 bupati yang daerahnya akan menggelar Pilkada serentak akhir tahun ini untuk memberikan dukungan. Sebelas kabupaten yang akan menggelar Pilkada akhir tahun ini yaitu Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Merauke, Keerom, Nabire, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Supiori, Yalimo, Mamberamo Raya dan Waropen.
   
Gubernur Lukas Enembe meminta agar 11 bupati tersebut mempersiapkan segalar sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan Pilkada khususnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD masing-masing daerah. "Bapak-bapak (bupati, red) harus menyediakan apa yang menjadi kebutuhan KPU maupun Panwaslu. Selian itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipili juga harus mendata penduduk dengan baik, karena data penduduk setiap saat berubah," ungkap Gubernur Lukas Enembe pada rapat koordinasi dengan KPU Provinsi Papua, Bawaslu Provinsi Papua, Bupati 11 kabupaten bersama dengan 11 KPU kabupaten di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Rabu (4/3).

Gubernur Lukas Enembe berharap 11 kabupaten di Provinsi Papua yang akan menggelar Pilkada serentak tahun ini bisa melaksanakannya sesuai dengan waktu yang ditentukan."Kalau waktunya sudah ditentukan, jangan ada yang ganggu-ganggu lagi karena sudah secara nasional," tegasnya.
   
Dalam kesempatan itu, Gubernur Lukas Enembe meminta kepada bupati yang pada Pilkada serentak nanti masih ingin maju, agar memahami aturan main dengan baik dan jangan merugikan daerah. "Bagi yang akan habis masa jabatannya atau tidak berpeluang maju lagi dalam Pilkada serentak, saya minta untuk tetap menyukseskan Pilkada serentak ini," pintanya.
   
Selain para bupati, Gubernur Lukas Enembe juga meminta KPUD dan Panwaslu agar lebih baik dalam proses seleksi sehingga penyelenggaraan Pilkada dapat berjalan dengan baik."Juga kepada teman-teman dari kepolisian agar dapat membantu memgamankan Pilkada serentak dan bupati harus siapkan anggaran untuk itu juga," tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy menjelaskan bahwa setelah Perppu Pilkada ditetapkan sebagai UU pada 18 Februari lalu dimana dalam Pasal 201 disebutkan bahwa kepala daerah yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2015 dan Januari hingga Juni  dipilih serentak pada hari dan bulan yang sama pada tahun 2015. Dengan merujuk pada pasal tersebut maka pihaknya berkoordinasi dengan Gubernur Papua untuk mengundang Bupati dan KPUD 11 kabupaten yang mengikuti Pilkada serentak.
   
"Karena tahapan penyelenggaraan Pilkada mulai bulan Mei 2015, mau tidak mau kami harus mengundang bupati dan KPUD yang menggelar Pilkada serentak karena pada semester pertama bulan Desember 2015, di Papua ada 11 Kabupaten yang menggelar Pilkada serentak,"jelasnya.
    
Menurut Arisoy untuk semester pertama tahun 2015 pembiayaan penyelenggaraan Pilkada serentak dibebankan sepenuhnya kepada APBD Kabupaten sedangkan untuk semester kedua tahun 2017 baru ada sharing dana dengan APBN untuk penyelenggaraan Pilkada serentak.

Untuk persiapan penyelenggaraan Pilkada serentak ini, Adam Arisoy mengaku sudah melakukan pertemuan dengan 11 KPUD yang akan menggelar Pilkada serentak. Dari hasil pertemuan tersebut, setiap KPUD sudah menyampaikan prediksi anggaran yang akan dibutuhkan.

"Untuk Kabupaten Keerom prediksi anggarannya Rp 20 miliar dan Pemkab baru siapkan Rp 5 miliar. Waropen Rp 25 miliar dan belum ada alokasi dari Pemda, Asmat Rp 31 miliar dan baru ada Rp 15 miliar, Kabupaten Merauke Rp 48 miliar dan bupati siapkan Rp 40 miliar. Untuk Nabire, kami belum dapat prediksi dana tetapi bupati sanggupi berapa yang diminta KPUD. Kalau Boven Digoel Rp 60 miliar karena pemekaran kampung, Yahukimo Rp 65 miliar, Yalimo Rp 42 miliar, Pegunungan Bintang Rp 35 miliar dan Kabupaten Mamberamo Raya Rp 15 miliar," bebernya.

Diakuinya, pendanaan menjadi hal krusial, sehingga dirinya berharap hal ini menjadi perhatian dari para bupati yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak."Kita berharap perhatian penuh dari para bupati yang melaksanakan Pilkada serentak untuk membantu proses pendanaan bagi KPUD," tukasnya.

Untuk penyelenggaraan Pilkada serentak ini, Adam Arisoy mengaku telah banyak belajar dari penyelenggaraan Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 lalu, sehingga bertekad untuk menyukseskan Pilkada serentak tahun 2015 ini.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Pdt. Robert Horik, MA menuturkan bahwa Panwaslu di kabupaten dibentuk satu bulan sebelum tahapan Pilkada karena sifatnya ad hock, dimana statusnya berbeda dengan Bawaslu Papua maupun Bawaslu RI yang bersifat permanen."Pilkada serentak ini, kami bentuk 7 Timsel untuk melaksanakan tahapan seleksi terhadap anggota Panwaslu yang kini telah berjalan,"tambahnya. [CenderawasihPos]

Senin, 16 Februari 2015

KM Dewi Rezky Tenggelam di Muara Agats

KM Dewi Rezky Tenggelam di Muara Agats


KM Dewi Rezky Tenggelam di Muara Agats

Posted: 16 Feb 2015 11:50 AM PST

KOTA JAYAPURA -  Kapal Motor (KM) Dewi Rezky yang mengangkut 12 awak kapal dan sejumlah barang tenggelam di muara Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, yang diperkirakan pada Jumat (8/2) dini hari.

"KM Dewi Rezky tenggelam di muara Agats," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Kombes Pol Patrige di Kota Jayapura, Jumat malam.

Ia mengatakan, kapal naas tersebut mengangkut sejumlah barang, dan diterpa musibah hingga tenggelam di muara Agats, Kabupaten Asmat.

"Belasan awak, ada yang menyelamatkan diri dengan menggunakan 'body speed boat' (tanpa mesin) dan juga ada yang diselamatkan oleh tim penyelamat yang terdiri dari Tim SAR, BPBD Asmat, Orari Asmat dan Polres Asmat dibantu masyarakat setempat," katanya.

Kini, para ABK dan nahkoda kapal sudah diamankan di Pelabuhan Ferry Agats.

"Nanti akan diselidiki apa penyebab kecelakaan laut kapal berbobot 146 GT itu," katanya. [Antara]

Minggu, 30 November 2014

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asmat Dilantik

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asmat Dilantik


Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asmat Dilantik

Posted: 30 Nov 2014 01:03 PM PST

TIMIKA (MIMIKA) – Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Anry Widyo Laksono, SH, MH melantik pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asmat, di room Cenderawasih, Serayu hotel, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa (25/11) malam.

Pengambilan sumpah atau janji ketua DPRD Asmat Silvester S Biakai, SH, MH, Wakil Ketua I Brent Jensenem, S.Sos dan Wakil Ketua II Jasman Tumpu, SE, dipimpin ketua sidang sementara, Thomas E Safanpo.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH, nomor 155/405/TAHUN 2014 tertanggal ditetapkan 14 November 2014, tentang peresmian pimpinan DPRD Kabupaten Asmat periode 2014-2019 yang ditandatangani Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Hukum Provinsi Papua, Marthin ST Tuhuleruw, SH, M.Si.

Pengambilan sumpah dan janji pimpinan DPRD Asmat, dilakukan Ketua  PN Merauke, Anry Widyo Laksono, SH, MH dihadapan pemuka masing-masing Agama dan Muspida maupun Muspida plus serta sejumlah kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

Usai pengambilan sumpah janji, ketua PN Merauke kembali membacakan penguatan sumpah pimpinan DPRD Asmat.

Selanjutnya, Pimpinan sidang sementara, Thomas E Safanpo, ST menyerahkan palu sidang kepada ketua DPRD, Silvester S Biakai, SH, MH.

Dalam sambutan perdana ketua DPRD, menerangkan kembali bahwa sekitar kurang lebih 32 hari sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Asmat terpilih berdasarkan hasil pemilihan legislatif tahun 2014 periode 2014-2019, telah dilantik dan memilih ketua sementara DPRD Kabupaten Asmat. Sehingga melalui rapat Paripurna Istimewa pengambilan sumpah janji pimpinan DPRD Kabupaten Asmat, maka secara resmi DPRD Kabupaten Asmat telah memiliki pimpinan definitif dengan formasi satu orang ketua dan dua orang wakil ketua sesuai Undang-undang nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD).

Selanjutnya ketua DPRD menyampaikan apresiasi karena DPRD Asmat telah terpenuhi kelengkapannya secara struktural. Dalam kesempatan yang sama juga, ketua DPRD menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Asmat dalam memberikan atau menyediakan anggaran dana penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan legislatif periode 2014-2019.

"Atas nama pimpinan DPRD Kabupaten Asmat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Asmat yang telah memberikan penyediaan dana dalam rangka penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan legislatif periode 2014-2019," tuturnya dalam sambutannya.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Asmat, Yuvensius A Biakai, BA, SH yang dibacakan wakil Bupati (wabup) Kabupaten Asmat, Yulius Patandianan, menyampaikan bahwa, Pemda Asmat dan DPRD Asmat sama-sama mempunyai tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan, dalam rangka mewujudkan tujuan dan kebutuhan bersama, maka dibutuhkan kemauan untuk saling memberi dan menerima, serta saling pengertian dan transparan maupun adanya kesejajaran antara DPRD dengan Pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah dengan peran, tugasa danfungsi yang berbeda.

Selanjutnya, sesuai  dengan kedudukan dan fungsi DPRD yang telah diamanatkan dalam konstitusi, Bupati berharap DPRD Kabupaten Asmat dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan dengan sebaik-baiknya, menurut asas Otonomi dan tugas pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945.

"Atas dasar yang dimaksud, saya mengajak ketua DPRD, wakil ketua DPRD dan seluruh anggota DPRD Asmat untuk sama-sama bergandeng tangan, sehati dan sepikiran dalam membangun Kabupaten Asmat dan mengutamakan kepentingan rakyat diatas segala-galanya," terang Wabup dalam sambutan Bupati.

Dengan demikian, maka tugas maupun fungsi DPRD Kabupaten Asmat secara langsung telah berjalan. Dimana turut mendukung pemerintahan Kabupaten Asmat dengan menjalankan tiga fungsi utama yang dimiliki legislatif. [SalamPapua]

Jumat, 15 Maret 2013

Potensi Daerah Belum Terekspos jadi Penyebab Kurangnya Investasi di Papua

JAYAPURA - Penjabat Gubernur Provinsi Papua, drh. Constant Karma menilai belum diliriknya Papua sebagai daerah investasi oleh para investor lebih disebabkan oleh belum tereksposnya potensi daerah secara mendunia.

Padahal provinsi tertimur di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar tiga juta jiwa ini, mempunyai kekayaan alam melimpah baik di daratan maupun dilautan. Oleh karena itu, lanjut dia, kekayaan alam di Papua perlu lebih banyak dipromosikan ke luar supaya para investor bisa melirik serta mengetahui potensi apa yang dapat "digarap" guan mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

"Jadi sampai saat ini belum banyak yang berinvestasi di Papua dan itu dikarenakan mereka belum tahu akan potensi yang dimiliki kita. Maka itu potensi Papua perlu lebih dipromosikan supaya bisa diketahui oleh orang luar termasuk para investor," kata Gubernur Constant Karma kepada wartawan, di Jayapura, kemarin. Dia mengatakan, sebenarnya bila daerah ini menarik banyak investasi, maka sudah pasti akan pula menyedot banyak lahan kerja, sementara angka pengangguran akan bisa ditekan.

"Kalau saya beri contoh, misalnya seperti Tonasa dia ingin bangun semen curah di daerah Depapre. Bila rencana ini terwujud maka sudah pasti harga semen bisa turun sampai dengan 30 persen. Belum lagi akan banyak membutuhkan karyawan dan ini tentunya bisa mengurangi angka pengangguran," katanya.

Ditanya mengenai kekhawatiran investor kaitannya dengan masalah hak ulayat tanah yang terkadang sangat berbelit-belit, jawab Karma, hal tersebut bisa diselesaikan dengan melakukan pendekatakan baik secara kekeluargaan maupun adat, sebab sebagian besar investor yang sudah lebih dulu memanamkan modalnya di Papua bisa keluar dari masalah rumit tersebut.

"Ada banyak contoh kan seperti yang sudah kita lihat di depan mata kita baik investor yang ada di Kota Jayapura maupun di daerah lainnya di Papua. Contoh di Jayapura sudah ada mall besar-besar kan. Ya, memang para investor harus sabar menghadapai para tokoh-tokoh, kepala suku, dan tentu harus berdialog dengan mereka sampai final baru lepas uang. Kalau buru-buru tidak bisa maka mesti pelan-pelan, bahkan sampai butuh waktu berbulan-bulan. Tidak apa kan yang penting semuanya selesai.," tukas dia. [PemprovPapua]

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Meski Kerap Terjadi Penembakan di Papua

JAYAPURA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua mengumumkan sepanjang tahun 2012, kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara di bumi cenderawasih mengalami kenaikan yang cukup signifikan meski pada tahun yang lalu kerap terjadi penembakan diberbagai wilayah.

Hal tersebut sebagaimana diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Wim CH Rumbino, saat diwawancara pers dalam satu kesempatan, kemarin.Sayangnya, Rumbino tak menjelaskan secara spesifik mengapa kunjungan wisawatan meningkat meski terjadi sejumlah aksi  penembakan tersebut yang hampir memperburuk citra Papua dimata dunia.

"Jadi, penembakan maupun aksi demonstrasi di tahun 2012 tidak benar-benar memengaruhi kunjungan wisatawan. Sebab kunjungan di kemarin justru mengalami peningkatan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagaimana data yang berhasil dihimpun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua, ada kurang lebih sebanyak 12 ribu wisatawan yang berkunjung ke provinsi tertimur di Indonesia ini. Kunjungan para turis lokal maupun manca negara ini terbagi dalam bentuk perorangan maupun kelompok.

Sementara para turis dari luar negeri yang berkunjung ke Papua lebih didominasi dari benua Asia, yakni dari negara Jepang dan Cina, sementara turis Eropa berasal dari Itali.Masih menurut Rumbino, selain kunjungan secara perorangan dan kelompok, ada juga kunjungan wisatawan manca negara yang dengan menggunakan kapal pesiar.

“Bayangkan kunjungan dengan kapal pesiar itu setiap tahun pasti ada yang datang dan mereka dalam jumlah yang banyak,” katanya.Ditambahkan dia, dengan adanya promosi Papua melalui  pameran expo Papua pada bulan April mendatang di Jakarta, maka pihaknya akan memanfaatkan momentum tersebut untuk lebih menjual pariwisata Papua ke dunia luar.

Dengan harapan kunjungan para turis manca negara maupun lokal akan bisa lebih meningkat sehingga bisa menambah Pajak Asli Daerah (PAD) Papua serta menumbuhkan iklim kepariwisataan Papua yang saat ini sudah mulai dikenal dunia luar.

“Maka itu, kedepan perlu juga kita tawarkan paket-paket perjalanan murah ke Papua melalui internet. Dan memang pasti akan bisa menarik banyak turis sebab masih terjadi penembakan saja turis tetap berdatangan. Apalagi kalau situasi kondusif ditambah promosi yang tepat pasti akan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke sini,” tutupnya. [PemprovPapua]

Info Menarik